Rabu, 14 Mei 2025

Mahluk-Nya

 Syair para penulis handal telah lenyap dari memoriku (rasanya). Namun ada getar lirih dalam hati mengajak untuk bercengkrama. Mangajak untuk membuat serpihan ingatan yang berserak, entah dimana. 

Ada banyak yang harus aku lampuai agar ajakan ini ku ikuti. mencari tempat dimana serakan-serakan itu berada. Terbebani. Selalu saja beban yang aku dapat tiap kali mencoba melakukan sesuatu, meski hanya ingin sekedar bercanda.

Ada bisikan lain yang bergumam di telinga, mengatakan bahwa tidak seharusnya segala sesuatu dijadikan beban. Karena akan mengikis kenikmatan dan ke-asyikan dalam semua proses yang kamu jalani.

Kesadaran ku menyetujui bisikan tadi. Dan aku ambil keduanya, bahwa bila beban itu selalu menyertai tiap gerak dan rencana yang akan ku lakukan, maka berdamailah dengan nya. Jadikan beban itu adalah satu dari bagian kenikmatan dan ke-asyik-an berproses.

Seperti para ahli bercerita dengan segudang hikmah yang terkandung di dalamnya, bahwa kenikmatan dan ke-asyik-an hidup adalah dengan menyerah pasrah akan semua ketentuan yang berlaku. Karena tak ada sejengkal argumen apapun yang mampu menolak akan keberadaan Dzat yang sangat berkuasa, pemilik rencana dan penentu putusan mutlak, yaitu Allah Ta'ala.

Seberapa kuat mereka berkoar menentang keberadaan Sang Pencipta, tak pernah mampu masuk bahkan tercerna dalam logika ku. 

Kesaksian yang aku ikrarkan sudah sangat mapan dan berlandaskan pada akal sehat yang aku miliki. Bahwa Allah adalah Tuhan yang berkuasa atas alam raya ini, bahwa DIA telah mengutusa sekian banyak manusia Spesial untuk menyampaikan kepada tiap kaum nya akan keberadaan-Nya dan aturan dan larangan-Nya, lalu Dia pun mengutus manusia terbaik yang pernah Dia ciptakan, Dia jadikan Utusan Terakhir penutup semua Utusan Nya, yaitu Baginda Rasulullah Salallahu 'alaihi Wassalam, Ahmad Roasullullah Muhammad Rosulullah. Nabi terakhir yang diutus untuk semua manusia bahan jin. Aku bersaksi dan berpegang teguh dengan keyakinan ini.

Aku tunduk dan patuh sebagai mahluk Nya, karena aku hanyalah seorang hamba. Aku lah mahluk-Nya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mahluk-Nya

 Syair para penulis handal telah lenyap dari memoriku (rasanya). Namun ada getar lirih dalam hati mengajak untuk bercengkrama. Mangajak untu...